Kamis, 21 Januari 2016

Pentingnya Manajemen Kontrol Keamanan pada Sistem

Pada dasarnya Keamanan adalah proteksi perlindungan atas sumber-sumber fisik dan konseptual dari bahaya alam dan manusia. Kemanan terhadap sumber konseptual meliputi data dan informasi.

Namun disamping itu banyak sekali upaya manusia untuk menjaga keamanan atas sumber-sumber fisik maupun konseptual dengan berbagai cara, sehingga untuk lebih memudahkan pengedalian keamanan maka dilakukan kontrol manajemen dimana seorang dapat mengatur keamanan dari berbagai macam serangan.
Dalam dunia global yang tercakup dalam layanan internet dimana semua orang dapat mengakses apapun, dimanapun tanpa mengenal faktor geografis. maka dari itu keamanan data atau keamanan dari sumber konseptual itu harus di jaga. banyak cara bagaimana menjaga keamanan data kita dengan memenejemen keamanan pada sistem yaitu dengan pengendalian akses dimana dapat dicapai melalui suatu proses 3 langkah, yang mencakup :
1.      Indentifikasi User.
2.      Pembuktian Keaslian User.
3.      Otorisasi User.

Pengontrolan sangat diperlukan karena untuk memastikan apakah sistem yang beroperasi sesuai yang dikehendaki. dimana pengontrolan juga membutuhkan orang yang ahli dibidang ini. Kontrol CBIS mencakup semua fase siklus hidup. Selama siklus hidup, kontrol dapat dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan, disain dan operasi. Manajer dapat memperoleh kontrol dalam ketiga area secara langsung melalui ahli lain, seperti auditor.

manfaat manajemen kontrol keamanan pada sistem :
1.      Mencegah kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan, dan control yang tidka cukup di tingkat manajemen.
2.      dalam employee : mencegah eror, pencurian, penipuan, sabotase, dan penggunaan yang tidak sah dan sebagainya.
Pentingnya Manajemen control Karena untuk memberi dukungan kepada manajer dalam mengontrol area operasinya yang bertugas Mencakup semua fase siklus hidup, selama siklus hidup dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan sistem, desain dan operasi.
Manajemen control ini bertujuan untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.
Yang termasuk dalam kontrol pengembangan Yaitu :
1.      Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS perencanaan dengan cara membentuk komite MIS
2.      Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi 
operasi CBIS.
3.      Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
4.      Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program 
pengujian yang dapat diterima,
5.      Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia 
memenuhi kriteria penampilan.
6.      Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.

Kontrol Terhadap Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan keamanan.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi 5 area :
1.      Struktur organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis, Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2.      Kontrol perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.
3.      Pemeliharaan Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer (CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.
4.      Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.
5.      Perencanaan disaster.

Bagaimana Membuat WBS yang Benar

WBS (Work Breakdown Structure) adalah fitur yang krusial bagi manajemen proyek yang baik. Semakin baik WBS, akan semakin baik pelaksanaan manajemen proyeknya. Mari simak bagaimana membuat WBS yang benar dalam mendukung manajemen proyek yang baik.

Sepanjang yang saya tahu, hampir tidak ada engineer proyek yang membuat WBS dengan benar. Boro-boro benar, membuat saja sangat jarang. Padahal fungsi WBS sangat krusial bagi manajemen proyek karena WBS ini nantinya menjadi dasar dalam membuat berbagai proses proyek, seperti:
  •   Pembuatan schedule
  •   Analisis Risiko
  •   Cost budgeting
  •   Proses procurement
  •   dan lain-lain
Jika WBS tidak dibuat, bagaimana mereka dapat melakukan proses-proses di atas dengan baik? So, wajarlah jika proyek sering dikerjakan dengan begitu sulitnya dan sering terlambat. Hal ini lantaran ketiadaan WBS membuat pelaksanaan proyek berjalan seperti tanpa peta yang jelas. Petunjuk membuat WBS berikut semoga memberikan pengetahuan dan membantu dalam membuat WBS proyek:
1.         WBS adalah daftar seluruh aktifitas (100% Rules)
2.         Bentuk WBS dapat berupa format hierarki struktur organisasi dan format outline teks.
3.         Dibuat berdasarkan deliverables, process, dan project phase
4.         Tidak menunjukkan sequence pekerjaan.
5.         Dibuat oleh orang yang kompeten dan yang akan mengerjakan proyek itu sendiri.
6.         Mendefinisikan elemen pekerjaan dengan kata benda dan kata sifat – bukan kata kerja.
7.         Gunakan kode untuk menunjukkan identitas dan level hierarki pada semua elemen.
8.         Harus memenuhi fungsi proyek dan persyaratan
9.         Item WBS harus bisa dipertanggung jawabkan.
10.       Prosesnya merupakan iteratif sedemikian disepakati lingkup yang terlihat dapat dijadikan suatu dasar (baseline)
11.       Minimal terdiri atas dua level dimana terdiri atas satu level hasil dekomposisi
12.       Pendetailan level harus optimal. Tidak terlalu detil dan tidak terlalu general.
13.       Level terendah bersifat subyektif tergantung kondisi proyek, namun harus bersifat:
  • Manageable : Sehingga tingkat detil haruslah disepakati oleh pihak tertentu terkait dengan ini.
  • Integratable : Sedemikian total paket dapat tergambarkan
  • Measurable : Untuk tujuan progress
  • Sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan aktifitas dapat diperkirakan dengan akurat
  • Durasi untuk pelaksanaan aktifitas dapat dibuat
  • Orang lain dapat memahami tindakan yang diambil

 Gambar contoh WBS pada suatu sepeda
Tingkat detil sangat tergantung pada kegunaannya. Bagi Owner bisa jadi agak general. Sedangkan bagi Konsultan QS cukup detil untuk kebutuhan budgeting. Bagi kontraktor setidaknya memiliki tingkat detil yang sama dengan konsultan QS. Namun jika melihat kondisi yang ada, Kontraktor mungkin harus 1-2 level lebih detil dari konsultan QS karena kontraktor dituntut untuk lebih rinci menterjemahkan resources atau biaya yang diperlukan untuk suatu aktifitas pada level terendah yang ditentukan oleh konsultan QS. Ini tentu sangat tergantung dari tingkat detil yang ditentukan oleh konsultan QS.
Membuat WBS pertama kali untuk pekerjaan yang kompleks tentu pekerjaan yang sangat berat karena harus mendetilkan keseluruhan pekerjaan. Oleh karena itu dapat dilakukan dengan dibuat oleh beberapa orang dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda sesuai dengan pembagian bidang dari WBS seperti pembagian pekerjaan gedung menjadi pekerjaan sipil, arsitektur, mekanikal, dan elektrikal.
Ada baiknya jika merasa suatu WBS pada pekerjaan tertentu untuk suatu jenis proyek yang sudah dilaksanakan dengan baik menjadi suatu data base atau WBS dictionary. Ini akan membantu dalam pembuatan WBS pada proyek berikutnya.

Teknologi pada antar muka

Teknologi pada antar muka :


  •  Head-up display system
Sebuah cara berinteraksi dengan menggunakan sensor pada bagian wajah yang akan membantu pengguna untuk melihat tanpa harus memindahkan posisi kepala. Biasanya digunakan dalam perangkat penerbangan.

  •  Tangible user interface
Adalah sebuah antar muka yang memungkinkan seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik.

  • Computer vision.
Merupakan kecerdasan buatan yang dibuat untuk menghubungkan teori dengan keputusan yang akan diambil.

  • Browsing audio data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera

  • Speech recognation
Merupakan sebuah antar muka yang memiliki pengenal suara dan dapat merubah suara menjadi sebuah tulisan.

  • Speech synthesis
Merupakan sebuah antar muka yang berlawanan dengan antar muka sebelumnya, yaitu dapat mengubah tulisan menjadi sebuah suara

Fitur pada antar muka

Fitur pada antar muka
  • Apa yang dimaksud dengan antar muka? Merupakan suatu sarana komunikasi antara pengguna dengan sistem.
  • Fitur pada antar muka pengguna telematika? Fitur pada antar muka terdapat pada antar muka GUI (Graphical User Interface) yang merupakan antar muka yang mampu berinteraksi dengan grafik, gambar, dan perangkat penunjuk

Selasa, 24 Maret 2015

TUGAS BAHASA INDONESIA 2 (SOFTSKILL)

  1. Kenapa Android sudah tidak diperkenankan untuk PI?
    • Karena penulisan ilmiah yang berbasis android sudah terlalu banyak digunakan. Karena tujuan membuat penulisan ilmiah itu sendiri adalah kita membuat sebuah laporan hasil penelitian kita terhadap suatu inovasi yang menurut si penulis belum ada di pasaran , atau yang sudah ada namun dianggap belum sempurna dan bisa dikembangkan. Sekarang ini sudah banyak pengembang di bidang android yang menyempurnakannya. Itu mungkin sebabnya kenapa android sudah tidak boleh lagi menjadi bahan untuk penulisan ilmiah
  2. Apa itu e-Budgeting?
    • E-budgeting merupakan sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran suatu daerah. Jadi dengan adanya E-Budgeting ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau diajukan.
      Ini sangat penting menurut saya dikarenakan dengan adanya E-Budgeting ini maka anggaran yang masuk bisa dalam pantauan masyarakat khususnya bagi para oknum yang nakal. Sistem e-budgeting ini juga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja para suku dinas.
  3. Pilih skripsi atau kompre?
    • Saya memilih kompre karena  beberapa nilai saya masih perlu saya perbaiki. Tetapi saya berharap ingin mengikuti skirpsi jika waktunya terkejar.
  4. Pilihan karir jurusan Sistem Informasi?
    • Saya memilih karir yang sesuai dengan jurusan saya tentunya. Namun, karena mencari kerja di jaman sekarang sulit, apa saja juga boleh.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Tugas Bahasa Indonesia

10. Buatlah paragraf analisis ekspositoris yang di susun dengan diskusi ilmiah. Panjang karangan 5 paragraf mnimal 250 kata.
Jawaban :
MANFAAT MEMBACA
​Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita tidak lepas darimembaca. membaca menjadi salah satu media yang efektif dalam menerima informasi. Dari masa ke masa membaca menjadi kebutuhan dan kesenangan kita sebagai manusia.
​Rajin membaca dapat membuat orang kaya akan wawasan dan informasi. Selain itu, membaca bermanfaat untuk otak dan kesehatan.
​Setidaknya ada 4 manfaat membaca untuk kesehatan yaitu sebagai berikut:
1.
Melatih otak
Salah satu keuntungan membaca adalah sebagai latihan otak dan pikiran. Membaca dapat membantu menjaga otak agar selalu bekerja dan menjalankan fungsinya secara baik. Saat membaca otak dituntut untuk berfikir lebuh sehingga dapat membuat orang semakin cerdas.
2.
Meringankan stress
Stress adalah faktor resiko dari beberapa penyakt berbahaya. Keindahan dalam tulisan memiliki kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi stress, terutama membaca buku fiksi sebelum tidur. Cara ini dianggap bagus untuk mengatasi stress.
3.
Mengembangkan pola tidur yang sehat
Bila kita terbiasa membaca buku sebelum tidur, maka itu akan menjadi pengingat bagi tubuh kita sekaligus mengirimkan sugesti bahwa sudah waktunya tidur. Ini akan membant kita mendapat tidur yang nyenyak dan bangun dengan keadaan yang segar.
4.
Meningkatkan konsentrasi
Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih kensentrasi dan fokus. Karena fokus ini pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembakan keterampilan kita dalam pengambilan keputusan yang lebih objektif.

Jadi maka dari itu kita jangan hanya mnghabiskan waktu berjam-jam yang tidak jelas hanya untuk menonton televisi atau bermain game, tetapi luangkanlah waktu untuk membaca buku atau dengan media lain. Kebiasaan baik itu akan menyegarkan pikiran kita dan memberi manfaat untuk keehatan dan kehidupan seperti yang sudah di sebutkan tadi.
​


9. Buatlah paragraf dengan penalaran sebab-akibat, kesimpulan induktif, kesimpulan Berupa perkiraan (ramalan).
Jawaban:
​Kebiasaan merokok setidaknya menyebabkan 30 jenis penyakit pada manusia. Penyakit yang timbul diakibatkan dari kadar zat berbahaya yang terkandung , kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok. Semakin muda seseorang mulai merokok biasanya akan makin besar resiko orang tersebut mendapat penyakit saat tua.


8. Buatlah paragraf deduktif dengan kesimpulan inferensi (3-5 kalimat – 100 kata) gunakan pola pendapat – analisi – dukungan/pembuktian fakta 1 – dukungan/pembuktian fakta 2 – kesimpulan inferensi.
Jawaban:
​Kecelakaan berbagai jenis peralatan utama sistem persenjataan milik TNI masih sering terjadi. Sepanjang tahun 2010 saja, tercatat sudah 76 anggota TNI tewas dalam berbagai kecelakaan. Korban jiwa tak hanya jatuh dari pihak TNI, namun rakyat sipil pun kadang juga menjadi korban. Kondisi seperti ini dikhawatirkan akan semakin menjatuhkan moral prajurit TNI.


7. Buatlah paragraf induktif dengan kesimpulan implikasi (3-5 kalimat – 100 kata) gunakan pola pemecahan masalah: pernyataan maksud – deskripsi masalah – tujuan – cara mencapai tujuan – dukungan/kekuatan – kelemahan – alternatif – kesimpulan implikasi.
Jawaban:
​Banyak pedagang kaki lima yang entah bagaimana awalnya, seperti mengelompokkan diri hanya dengan menjual jenis barang tertentu di sebuah trotoar tertetentu. Selanjutnya, tampilah trotoar tersebut sebagaietalase khusus. Bahkan, banyak barang khas terkenal di Jakarta yang tidak bisa di jumpai di toko-toko resmi. Dari suasana tersebut ternyata banyak trotoar yang akhirnya menjadi terkenal karena penampilannya yang khas.
6. Buatlah paragraf yang dimulai dengan proposisi berikut ini.
1)
Jika tekad sudah bulat, Indonesia pasti dapat mengembangkan industri mobil dalam negri.
2)
Setiap orang yang berakhlak pasti anti korupsi.
5. Buatlah paragraf induktif yang di akhiri dengan kalimat proposisi positif universal.

4. Baca paragraf berikut ini. Tentukan (1) proposisi, (2) penalaran yang digunakan, (3) pembuktian, (4) hasil pembahasan, dan (5) jenis kesimpulan.
(1) Sebagai mobil sport yang bertenaga besar. Nisan 350Z layak mewakili produk, Nisan yang di kenal sebagai pembuat mobil bertenaga besar dan tangguh. (2) Nisan 350Z menyandang mesin berkapasitas 3,5 liter, 6 silinder dalam konfigurasi V(V6), 24 katup (4 katup persilinder), continouosly variable value timing (CVVT), yang mengahasilkan daya maksumum 287 PK(Partdekracht) tenaga kuda pada 6.200 putaran mesin permenit (rpm) dan torsi maksumum360 Nm (Newton meter) pada 4200 rpm.  (3) Daya dan torsi sebesar itu diteruskan ke roda melalui persneling otomatik dengann 5 tingkat kecepatan yang di lengkapi dengan manual shift mode lazim di sebut tiptonic. (4) Akselerasinya cukup signifikan. (5) kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti di capainya dalam waktu 6 detik. 
(7) Greg Wilson (ahli otomotif) menguji coba nisan 350Z. (Majalah otomotif online Canadiandriver) menyabutkan penilaiannya bahwa pada saat mendekati 5000-6000 rpm suara ruangan mesin menerobos kabin. (8) Suara ruangan itu tidak mengganggu, bahkan menimbulkan kesan macho. (9) Suara ruangan itu justru memberikan perasaan akan besarnya mesin berkapasitaas 3,5 liter itu. (10) Mobil seharga Rp. 855 juta itu seakan menawarkan kenyamanan, kemewaham, dan keperkasaan. (kompas, 24 juli 2003)

3. Tentukan jenis proposisi kalimat berikut ini.
1)
Jumlah sudut segi empat yaitu 360o. (proposisi empirik; Proposisi yang didasarkan pada pengamatan dan pengalaman)
2)
Suhu badan orang sehat yaitu 36o. (proposisi empirik; Proposisi yang didasarkan pada pengamatan dan pengalaman)
3)
Volume benda adalah sebesar cairan yang di pindahkan.
4)
Manusia adalah makhluk yang berakal budi.
5)
Semua makhluk bernyawa akan merasakan mati.(proposisi apodiktik/mutlak; proposisi yang merupakan kemestian kebenaran dari penjelasan yang di berikan oleh predikat terhadap subjek)
6)
Jika volume penjualan X meningkat, laba usaha akan meningkat.
7)
Industri mobil nasional dapat berkembang jika pemerintah mengerahkan dan mengendalikannya.
8)
Sebagian orang memilih kehidupan di dunia sebagaitujuan akhir. (proposisi universal)
9)
Sebagian orang tidak bekerja pada malam hari.(proposisi universal)
10)
Tidak seorangpun makan daging kucing. (proposisiasetorik; proposisi yang membenarkan bahwa subjek adalah sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh predikat)







2. Sebutkan sebuah unsur yang membentuk sebuah penalaran!
Jawaban:  
1)
Topik yaitu ide sentral dalam bidang kajian dan berisi sekurang-kurangnya dua variabel.
2)
Dasar pemikiran, pendapat atau fakta di rumuskan dalam bentuk proposisi yaitu kalimat pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau kesalahannya.
3)
Proposisi mempunyai beberapa jenis antara lain :
(a)
Proposisi empirik yaitu proposisi berdasarkan fakta. Misalnya: Rajin pangkal pandai.
(b)
Proposisi mutlak yaitu pembenaran yang tidak memerlukan pengujian. Misalnya: Kursi adalah tempat untuk duduk.
(c)
Proposisi hipotetik yaitu persyaratan hubungan subyek dan predikat  yang harus dipenuhi. Misalnya: Jika dilamar, Icha akan menerimanya.
(d)
Proposisi kategoris yaitu tidak adanya persyaratan hubungan subjek dan predikat. Misalnya: Tedi akan menikahi komala.
(e)
Propisosi positif universal pernyataan positif yang mempunyai kebenaran mutlak. Misalnya: Semua yang hidup mempunyai cinta.
(f)
Proposisipositif parsial yaitu pernyataan bahwa sebagian unsur pernyataan tersebut bersifat positif. Misalnya: Sebagian mahasiswa ingin cepat lulus.
(g)
Proposisi negatif univeral yaitu kebalikan dari proposisi positif universal. Misalnya: Tidak ada cinta bagi yang mati.
(h)
Proposisi negatif parsial yaitu kebalikan dari proposisi positif parsial. Misalnya: Seagian pelajar tinggal kelas.

1.
Jelaskan penalaran karangan.
Jawab :
Penalaran mempunyai beberapa penertian, yaitu: (1) proses berfikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan. (2)  Menghubung-hubungakan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan. (3) proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru. (4) proses mengkaji, membahas atau menganalisi dengan menghubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan derajat hubungan dan simpulan. (5) pembahassan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.

Kamis, 19 Juni 2014

Bekerjasama Dalam Kelompok

Kerjasama (Team Work) adalah keinginan untuk bekerja sama dengan orang lain secara kooperatif dan menjadi bagian dari kelompok. Bukan bekerja secara terpisah atau saling berkompetisi. Kompetensi kerjasama menekankan peran sebagai anggota kelompok, bukan sebagai pemimpin. Kelompok disini dalam arti yang luas, yaitu sekelompok individu yangmenyelesaikan suatu tugas atau proses.

A.   PENGERTIAN KELOMPOK MENURUT BEBERAPA AHLI :
a.     Menurut Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
b.     Menurut Merton, kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran.
c.      Menurut Achmad S. Ruky, Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok.
d.     Menurut  Muzafer Sherif, Kelompok  adalah kesatuan  yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu.
e.      Menurut De Vito (1997) : kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.

B.   KERJASAMA DAN MANFAATNYA
·        Kerjasama dapat menambah produktivitas dan meningkatkan moral pengurus. Kerjasama dalam kelompok ini akan membuahkan hasil yang lebih baik. Apalagi jika dilengkapi dengan sikap yang lebih baik terhadap tugasnya tanpa pamrih.

·        Kerjasama akan dapat menambah tanggung-jawab pengurus dalam melakukan tugas dengan baik, dan menambah kepuasan jika berhasil menyelesaikan tugas masing-masing.  Kerjasama menjadi efektif  jika :
o   Pengurus perlu memahami segala ketentuan dan mekanisme kerja yang ditetapkan.
o   Setiap pengurus diharapkan ikut memecahkan masalah
o   Pengurus perlu menyadari kemungkinan saran yang diajukan oleh Bidang lain untuk Bidang mereka.
o   Mengenali masalah dari Bidang lain, sehingga dapat membantu memberikan sumbangan bagi Bidang tersebut.
·        Pola dan perilaku yang tidak efektif bagi kelompok kerja, antara lain :
o   Saling tidak menyetujui tindakan pengurus Bidang lain.
o   Mempertahankan pendapat masing-masing secara kaku atau menolak gagasan pihak lain tanpa alasan yang jelas, atau menarik diri jika pendapatnya tidak disetujui
o   Tidak mau membantu, masalah pengurus bidang lain
o   Menjatuhkan kawan sesama Pengurus
o   Memaksakan usulan tanpa kejelasan manfaatnya atau jika usulan dilaksanakan, maka akan meningkatkan biaya besar atau makin mempersulit proses kerja.

C.   KEUNTUNGAN YANG DIPEROLEH DARI BEKERJASAMA
Beberapa keuntungan yang dapat dipetik dari kerjasama antara lain:
o   memperingan tugas yang harus dipikul oleh masing-masing pihak
o   menghemat tenaga, pikiran dan dana yang biasanya sangat terbatas dalam setiap kegiatan
o   dengan dana, tenaga, pikiran yang tersedia, dapat menghasilkan lebih banyak
o   lebih memberi kemungkinan pada seluruh pihak untuk mengembangkan kemampuan dalam rangka menuju terbangunnya kemanusiaannya.

D.   BEBERAPA HAL YANG MENDUKUNG TERJALINNYA KERJASAMA
Agar terjalin kerjasama yang mantap dalam suatu kelompok dari masing-masing anggota, sehingga mampu memecahkan masalah yang sedang dihadapi, perlu diperhatikan beberapa hal yang dapat mendukung, antara lain :
1.             Masing-masing pihak harus sadar dan mengakui kemampuan masing-masing. Masing-masing pihak yang akan kerjasama harus mengerti dan memahami akan masalah yang dihadapi.
2.             Masing-masing pihak yang bekerjasama perlu berkomunikasi.
3.             Pihak yang bekerjasama perlu peka terhadap pihak lain dalam arti mengerti kesulitan dan kelemahan orang lain.
4.             Meskipun semua pihak harus memberi sesuai dengan kemampuan, tetapi agar semuanya itu dapat berdaya hasil dan berhasil guna, perlu ada pengaturan, yaitu koordinasi yang mantap.
5.             Keterbukaan
Melibatkan orang lain

E.    BEBERAPA HAL YANG DAPAT MENGGANGGU KERJASAMA
·        Ada pihak yang selalu bersikap menyerahkan pekerjaan kepada orang lain dan tidak bersedia bertanggung-jawab
·        Ada pihak yang bersedia menampung semua pekerjaan meskipun jelas tidak mampu mengerjakannya.
·        Tidak bersedia memberikan sebagian dari kemampuannya untuk membantu pihak lain. Dalam pengertian, ini termasuk tidak bersedia menyerahkan sebagian dari wewenangnya kepada pihak lain.
·        Lekas puas dengan hasil pekerjaannya sendiri, sehingga tidak memperlihatkan dan tidak menaruh perhatian pada pihak yang masih bekerja.
·        Hanya bersedia memberikan sesuatu yang dirasa tidak lagi diperlukan dirinya, sehingga memberi tidak sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh pihak lain.
·        Tidak bersedia memberi bantuan sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi, hanya terus tekun dengan pekerjaannya sendiri.
·        Menutup diri, dan tidak mengundang pihak lain yang dapat memberi bantuan, misal selain berusaha mengerjakan sesuatu dengan sempurna sehingga sulit pihak lain dapat membantu.
·        Tidak bersedia berkorban, misalnya membongkar atau merubah kegiatan yang sudah direncanakan, demi mencapai kerjasama dan hasil kegiatan yang lebih baik.
·        Bersikap maha tahu, sehingga menutup diri untuk minta pendapat dan bantuan pihak lain.
·        Tidak percaya kemampuan pihak lain sehingga tidak bersedia minta bantuan atau pendapat kepadanya.

Sumber:



Senin, 12 Mei 2014

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

A. DEFINISI DAN DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  • Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaian dengan fungsi manajemen. Menurut  Herbert A. Simon, ahli teori kepufusan dan organisasi mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses, pengambilan keputusan: (l) Aktivitas inteligens, (2) Aktivitas desain, (3) Aktivitas memilih. Dan definisnya sebagai berikut :
    • Aktivitas inteligensi. Berasal dari pengertian militer "intelligence," Simon mendeskripsikan tahap awal ini sebagai penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan.
    • Aktivitas desain. Selama tahap kedua, mungkin terjadi tindakan penemuan, pengembangan, dan analisis masalah.
    • Aktivitas memilih. Tahap ketiga dan terakhir ini merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan tertentu dari yang tersedia.
  • Tahap ketiga dan terakhir ini merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan tertentu dari yang tersedia. Sedangkan Mintzberg a koleganya mengemukakan tentang langkah-langkah pengambilan keputusan, yaitu: (1) Tahap identifikasi (2) Tahap pengembangan, dan (3)  Tahap seleksi. Dan definisnya sebagai berikut :  
    • Tahap identifikasi, di mana pengenalan masalah atau kesempatan muncul dan diagnosis dibuat Diketahui bahwa masalah yang berat mendapatkan diagnosis yang ekstensif dan sistematis, tep masalah yang sederhana tidak.
    • Tahap pengembangan, di mana terdapat pencarian prosedur atau solusi standar yang ada as mendesain solusi yang baru. Diketahui bahwa proses desain merupakan proses pencarian d percobaan di mana pembuat keputusan hanya mempunyai ide solusi ideal yang tidak jelas.
    • Tahap seleksi, di mana pilihan solusi dibuat. Ada tiga cara pembentukan seleksi: denganpenilainn pembuat keputusan, berdasarkan pengalaman atau intuisi, bukan analisis logis; dengan analisis alternatif yang logis dan sistematis; dan dengan tnwar-menawar saat seleksi melibatkan kelompok pembuat keputusan dan semua manuver politik yang ada. Sekali keputusan diterima secara formal, otorisasi pun kemudian dibuat.

B. JENIS-JENIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  • Gaya Direktif
    • Pembuat keputusan gaya direktif mempunyai toleransi rendah pada ambiguitas, dan berorienytasi pada tugas dan masalah teknis. Pembuat keputusan ini cenderung lebih efisien, logis, pragmatis dan sistematis dalam memecahkan masalah. Pembuat keputusan direktif juga berfokus pada fakta dan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat. Mereka berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, dan secan menampilkan gaya kepemimpinan otokratis.
  • Gaya Analitik
    • Pembuat keputusan gaya analitik mempunyai toleransi yang tinggi untuk ambiguitas dan tugas yang  kuat serta orientasi teknis. Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu. Mereka mengevaluasi lebih banyak informasi dan alternatif darpada pembuat keputusan direktif. Mereka juga memerlukan waktu lama untuk mengambil kepuputusan mereka merespons situasi baru atau tidak menentu dengan baik. Mereka juga cenderung mempunyai gaya kepemimpinan otokratis.
  • Gaya Konseptual
    •  Pembuat keputusan gaya konseptual mempunyai toleransi tinggi untuk ambiguitas, orang yang kuat dan peduli pada lingkungan sosial. Mereka berpandangan luas dalam memecahkan masalah dan suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang. Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan. Pembuat keputusan konseptual juga berani mengambil risiko dan cenderung bagus dalam menemukan solusi yang kreatif atas masalah. Akan tetapi, pada saat bersamaan, mereka dapat membantu mengembangkan pendekatan idealistis dan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.
  • Gaya Perilaku
    • Pembuat keputusan gaya perilaku ditandai dengan toleransi ambiguitas yang rendah, orang yang kuat dan peduli lingkungan sosial. Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat. Mereka cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai informasi verbal daripada tulisan. Mereka cenderung menghindari konflik dan sepenuhnya peduli dengan kebahagiaan orang lain. Akibatnya, pembuat keputusan mempunyai kesulitan untuk berkata 'tidak' kepada orang lain, dan mereka tidak membuat keputusan yang tegas, terutama saat hasil keputusan akan membuat orang sedih.
C. FAKTOR-FAKTOR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  •  Faktor – faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan, diantaranya:
    • faktor Fisik
    • Emosional
    • Rasional
    • Praktikal
    • Interpersonal dan Struktural

 Keputusan dapat diambil dengan cara individual & kelompok, individual contohnya seperti pengambilan keputusan yang diambil oleh manager saja tanpa adanya rapat kerja atau diskusi. Sedangkan kelompok merupakan pengambilan keputusan yang prosesnya melalui hasil dari rapat atau diskusi bersama.
 Untuk mendapatkan hasil yang baik pengambilan keputusan haruslah melalui beberapa proses, diantaranya :
1.       IDENTIFIKASI MASALAH
2.       PENGUMPULAN & PENGANALISASI DATA
3.       PEMBUATAN ALTERNATIF-ALTERNATIF KEBIJAKAN
4.       PEMILIHAN SALAH SATU ALTERNATIF TERBAIK
5.       PELAKSANAAN KEPUTUSAN

Dengan cara melakukan proses seperti di atas pengambilan keputusan dalam organisasi akan berjalan baik dan akan mendapat hasil yang baik pula.

D. MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Proses yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan dalam organisasi yaitu 
  • Adanya pengaruh tekanan dari luar
    • Adanya pengaruh tekanan dari luar merupakan suatu proses  yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, dikarenakan proses cepat atau lambatnya pembuat keputusan tergantung dari banyaknya tekanan diterima. Kadang pembuat keputusan ragu-ragu dalam menentukan, namun adanya pengaruh tekanan dari luar dapat mempercepat keputusan yang diambil. Hal ini dikarenakan tidak adnaya ketegasan dari pemimpin organisasi dalam penyelesaian masalah.
  • Adanya pengaruh kebiasaan lama atau sifat-sifat pribadi
    • Faktor sifat yang baik maupun tidak baik yang ada dalam diri seorang pembuat keputusan, merupakan hal yang dapat mempengaruhi keputusannya tersebut . Dalam hal ini seorang pembuat keputusan akan terbiasa dengan sifat pribadinya. Hal ini dapat dilihat dari sisi kepribadian seorang pemimpin, bagaimana dia mengambil sebuah keputusan dalam mengahadapi masalah. Tentunya seorang oemimpin organisasi harus bijaksana dalam bersikap ketika ada masalah dan mengambil keputusan.
  • Pengaruh dari kelompok lain
    • Kelompok lain juga dapat mempengaruhi suatu keputusan dikarenakan kelompok atau organisasi tersebut mempunyai keputusan yang dapat dipertimbangkan oleh pemimpin organisasi lain dalam menyikapi masalah dan pengaruh kelompok lain ini juga dapat menjatuhkan organisasi serta mementingkan kepentingan kelompok tersebut.
  • Faktor pengalaman
    • Faktor pengalaman seorang pembuat keputusan adalah hal yang sangat penting, karena banyaknya pengalaman orang tersebut maka ia akan berani dalam menentukan keputusan. Hal ini juga berkaitan terhadap keahlian yang dimiliki oleh pemimpin atau anggota karena pengalaman yang pernah dialaminya.


 SUMBER:
  • SETIOKO, AJI. Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi. UNNES (Universitas Negeri Semarang), 2010.

Selasa, 15 April 2014

Kepemimpinan

A. TEORI DAN ARTI PENTING KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN :
Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain:
Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :
a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b. Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.
1. Teori-teori dalam Kepemimpinan
a) Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
b) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
- Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
- Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
c) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi

B. TIPOLOGI KEPEMIMPINAN
Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1. Tipe Otokratis
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
2. Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3. Tipe Paternalistis
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
4. Tipe Karismatik
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
5. Tipe Demokratis
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

C.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu berasal dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi waktu kepemimpina kita laksanakan. Orang yang memandang kepemimpinan sebagai status dan hak untuk mendapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan menunjukkan praktek kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan kepemimpinan sebagai pelayanan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor yang berasal dari kita sendiri yang mempengaruhi kepemimpinan kita adalah pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai atau hal yang kita kejar dalam kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan pengalaman yang kita miliki dalam bidang kepemimpinan.

D.IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.